Tepung adalah salah satu bahan makanan yang dianggap pantangan bagi orang yang sedang diet. Padahal, sebetulnya, bukan tepung masalahnya, melainkan pada jenis tepung yang dikonsumsi. Saat ini, ada jenis tepung untuk diet yang dapat dikonsumsi secara aman karena kalorinya rendah tetapi mengenyangkan. Sehingga, Anda tidak perlu worry meski mengkonsumsi tepung dalam jumlah yang wajar.

Kesalahan lain saat diet adalah mengganti semua tepung terigu dengan tepung alternatif. Padahal, secara rasa, bahan tersebut memiliki rasa yang kurang enak. Padahal, ada beberapa jenis tepung untuk diet yang mengenyangkan dan indeks glikemiknya rendah. Sehingga, bisa Anda masukkan sebagai bahan makanan rumahan sehari-hari.

Apa sajakah jenis tepung tersebut? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini!

Jenis Tepung untuk Diet Rendah Kalori

Berikut telah kami rangkum beberapa jenis tepung untuk diet yang rendah kalori tetapi tetap mengenyangkan. Yang pastinya, memiliki indeks glikemik yang rendah sehingga aman dikonsumsi untuk penderita diabetes (dalam batas yang wajar).

1. Tepung Oat

Tepung oat, Sumber: alternativedish.com
Tepung oat, Sumber: alternativedish.com

Tepung oat cukup mudah dicari di supermarket atau minimarket terdekat. Harganya juga relatif murah dengan rasa netral. Jenis tepung yang satu ini bisa dibuat berbagai macam makanan harian seperti pancake asin, bakwan, ataupun kue kukus.

Jika dibandingkan dengan tepung terigu, tepung oat lebih kasar tetapi inilah yang membuat Anda bisa menikmatinya perlahan sehingga terasa lebih mengenyangkan. Ketika dikonsumsi, perut akan langsung terasa terisi yang pastinya cocok untuk diet.

Namun, kesalahan orang memahami tepung oat bisa dikonsumsi dengan porsi lebih karena sehat. Padahal, jika porsinya lebih besar, tentu kalori yang masuk lebih tinggi. Pengganti tepung terigu untuk diet yang satu ini bisa mengontrol lapar tetapi bukan berarti kandungan kalorinya nol.

2. Tepung Almond

Kelebihan tepung almond, Sumber: biggerbolderbaking.com
Tepung almond, Sumber: biggerbolderbaking.com

Salah satu tepung diet yang paling banyak dipilih adalah tepung almond. Hal ini karena tepung almond cukup rendah karbohidrat. Rasa kenyang yang lebih lama karena konsumsi tepung almond disebabkan kandungan lemak alaminya yang cenderung tinggi. Sehingga, cocok untuk sarapan ataupun camilan sehari-hari.

Memang, teksturnya tidak selembut terigu, tetapi ini membuat masakan jadi padat dan moist. Sedangkan dari segi rasa, ada gurih kacang dan terasa sedikit manis. Namun, jangan salah mengolahnya jadi gorengan atau roti tawar karena dijamin teksturnya bisa hancur.

Tepung almond lebih cocok diolah menjadi muffin, pancake, dan juga adonan panggang. Anda tidak boleh memaksakan penggunaan tepung almond di semua jenis makanan.

3. Tepung Mocaf

Tepung mocaf, Sumber: pexels.com
Tepung mocaf, Sumber: pexels.com

Jika Anda kurang cocok dengan cita rasa dari tepung oat atau almond, mungkin saatnya mencoba tepung mocaf. Ini adalah jenis tepung yang berasal dari singkong yang sudah melalui proses fermentasi, bisa dibilang ini adalah tepung tapioka untuk diet. Dari pengalaman masakan rumahan, mocaf ini lebih ringan di perut ketimbang terigu. Rasanya juga netral dengan tekstur yang mirip jika diolah dengan cara yang benar.

Anda bisa mengolah kue hingga gorengan menggunakan tepung mocaf. Namun, dibandingkan dengan terigu, mocaf ini kurang elastis. Jadi, kurang cocok sebagai tepung untuk membuat kue yang mengembang besar. Penggunaan mocaf pada roti tersebut akan menyebabkan bantat.

4. Tepung Kelapa

Tepung kelapa, Sumber: balijiwa.com
Tepung kelapa, Sumber: balijiwa.com

Tepung kelapa bisa menjadi alternatif terigu. Kelebihan dari tepung kelapa adalah memiliki daya serap cairan yang tinggi serta serat yang membuat Anda cepat kenyang. Pada praktik sehari-hari, tepung ini hanya sedikit dipakai tetapi memiliki efek kenyang yang tinggi.

Dengan tekstur yang kasar dan memiliki cita rasa khas kelapa tentu tidak akan disukai oleh semua orang. Sehingga, lebih cocok hanya sebagai campuran saja, bukan bahan utamanya. Banyak yang gagal mengolah tepung kelapa karena terlalu banyak porsinya dalam pengolahan makanan sehingga menjadi kering dan enek.

Perbandingan Tepung Diet dengan tepung Terigu Biasa

Cocok untuk diet gluten free, Sumber: herzindagi.info
Tepung gluten free untuk diet, Sumber: herzindagi.info

Tepung terigu dalam hal tekstur dan fleksibilitas memang lebih unggul dari tepung-tepung yang sudah disebutkan di atas. Harganya juga cenderung murah dan mudah diolah, hasilnya juga cukup konsisten. Maka dari itu, terigu menjadi favorit bagi ibu rumah tangga, hingga baker profesional.

Namun, dari sisi kandungannya, terigu justru bisa membuat Anda merasakan lapar lebih cepat, terlebih tanpa konsumsi pendamping berupa lemak dan protein. Sehingga, banyak orang yang merasa sudah ngemil banyak tetapi masih saja lapar. Ini bukan salah perut Anda, melainkan karena pemilihan bahan yang sangat cepat dicerna oleh tubuh.

Sedangkan tepung diet akan membuat Anda lebih cepat kenyang, lebih berat di perut, serta akan membuat Anda mengurangi porsi secara otomatis. Meski begitu, ada sejumlah kekurangan dari tepung diet yakni memiliki rasa yang lebih spesifik, tekstur yang tidak sefleksibel tepung terigu, dan harganya juga cenderung mahal.

Tips Porsi dan Cara Konsumsi yang Aman

Untuk mengelola porsi supaya aman dikonsumsi, Anda bisa menerapkan prinsip sederhana, yakni lebih sedikit tetapi lebih padat. Jika Anda biasa menggunakan 100 gram terigu, maka bisa diturunkan menjadi 60 sampai 70 gram tepung alternatif. Jangan lupa tambahkan protein dan serat.

Selain itu, Anda juga bisa mencampur beberapa jenis tepung seperti oat dan almond. Atau bisa juga mencampurkan oat dan mocaf. Sehingga jauh lebih enak dan realistis ketimbang satu jenis saja.

Tips selanjutnya adalah memperhatikan timing, sebaiknya Anda konsumsi tepung diet pada pagi atau siang hari. Sebab, konsumsi di malam hari justru akan membuat perut terasa berat.

Tepung untuk diet tentu hanya bisa membantu saja, jangan sampai Anda justru tidak memperhatikan porsinya. Hal yang lebih penting dari pemilihan tepung diet adalah yang paling bisa Anda jalankan secara konsisten.

Nah, selain jenis tepung terigu yang kurang sehat karena kandungan gluten, ada jenis tepung lain yang lebih direkomendasikan yakni tepung tapioka. Jenis tepung ini kerap juga jadi bahan utama dari makanan khas Indonesia.

Jika Anda membutuhkan tepung tapioka dalam skala besar atau skala industri, maka bisa mempercayakan pada pabrik tepung tapioka PT Melati Putra Jaya. Di sini, produknya terjamin berkualitas baik dengan harga terjangkau. Untuk mendapatkan penawaran terbaik, silahkan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!