Pecinta baking tentu pernah mengalami ciri-ciri roti bantat. Roti yang dibuat dengan penuh effort akhirnya menjadi keras, padat, dan tidak mengembang, bahkan bagian dalamnya kerap lebih basah. Penyebab roti bantat sendiri sangat berhubungan erat dengan teknik dan detail kecil.
Penulis sendiri pernah mengalami fase tersebut, mengira jika baking hanya soal mencampur bahan, memasukkan dalam oven, lalu selesai. Namun, setelah gagal berkali-kali, penulis baru sadar kalau baking adalah sains. Pada prosesnya, ada reaksi kimia yang benar-benar tepat. Jika meleset sedikit saja, maka hasilnya akan sangat berbeda.
Melalui artikel ini, penulis akan membongkar penyebab roti dan kue bantat secara detail. Dengan menyimak poin-poin di bawah ini, maka diharapkan Anda tidak akan mengulang kesalahan yang sama.
Penyebab Roti dan Kue Bantat yang Sering Dilakukan Pemula

Berikut ini beberapa daftar penyebab roti bantat yang sering dilakukan oleh pemula. Anda sebaiknya menghindarinya:
1. Salah Teknik Mixing
Mixing dalam dunia baking bukan sekedar mencampurkan bahan. Namun, ada teknik dan aturan yang harus dilakukan dengan tepat. Jika overmix atau terlalu lama mengaduk akan membentuk gluten berlebihan sehingga kue jadi keras. Sedangkan undermix atau pengadukan kurang merata akan membuat bahan tidak menyatu sehingga kue gagal mengembang.
Dalam pembuatan kue, proses mixing cukup sampai pada just combined. Sedangkan pada roti butuh diuleni sampai kalis.
Berdasarkan pengalaman penulis, proses mixing sangat tricky. Terlalu semangat mengaduk karena takut bahan belum tercampur merata justru bisa membuat kue jadi bantat.
2. Takaran Bahan yang Kurang Akurat
Penyebab roti bantat yang paling basic adalah takaran bahan tidak akurat. Maka dari itu, Anda tidak bisa menggunakan takaran yang tidak baku seperti sendok makan atau gelas biasa. Sebaiknya Anda timbang bahan tersebut atau gunakan measuring cup.
Yang jadi masalah adalah baking sangat sensitif dengan rasio bahan. Jika terlalu banyak tepung, maka adonan akan tampak berat. Sedangkan terlalu banyak cairan akan membuat strukturnya jadi kurang kuat.
Menurut penulis, sebelum Anda berkecimpung di dunia baking, pastikan untuk membeli alat ukur seperti timbangan digital terlebih dahulu. Ini bukan hal yang berlebihan melainkan pondasi utama.
3. Baking Powder atau Ragi Sudah Tidak Aktif

Salah satu penyebab adonan roti bantat yang paling klasik adalah baking powder atau ragi sudah tidak aktif lagi. Biasanya, ini terjadi apabila baking powder sudah lama tidak digunakan atau ragi mati. Jika ini terjadi, adonan tidak akan mengembang.
Untuk itu, sebelum menggunakannya Anda cek terlebih dahulu keaktifannya. Pada baking powder menggunakan air panas. Campurkan, jika langsung berbuih, artinya baking powder masih aktif. Pada ragi bisa dicampurkan dengan air hangat plus gula. Jika dalam beberapa menit langsung berbusa, maka ragi belum mati.
Jika tidak terdapat reaksi, maka tidak perlu digunakan lagi. Jika memaksakan, maka efeknya akan fatal. Pembuatan roti atau kue bisa gagal.
4. Oven Terlalu Cepat Dibuka
Kebiasaan yang terlihat sepele tapi mempengaruhi berhasil atau tidaknya roti adalah membuka oven sebelum saatnya. Ketika di awal baking dan kue sedang dalam proses mengembang naik, sebaiknya jangan buka oven. Hal ini akan menyebabkan suhu turun drastis dan struktur kue akan langsung collapse sehingga kue akan jadi bantat.
Aturan sederhananya adalah jangan membuka oven sebelum minimal 70 sampai 80 persen waktu baking. Proses baking juga soal rasa sabar.
5. Kesalahan dalam Mengocok Telur
Telur memiliki peran yang sangat krusial pada proses pembuatan roti atau kue. Pasalnya, telur dapat memberi struktur dan membantu kue agar cepat mengembang. Kesalahan umum yang sering dilakukan saat pembuatan kue adalah telur tidak dibuat cukup mengembang ketika dikocok. Selain itu, dalam pengocokan dibuat overmix hingga jatuh lagi.
Nah, mengocok telur yang benar adalah sampai tampilannya pucat dan mengembang. Dari pengalaman penulis, tahap ini sangat sering diremehkan karena tampaknya hanya sekedar mengocok saja. Padahal, pada tahap ini udara akan masuk ke dalam adonan.
6. Suhu Oven yang Tidak Stabil

Banyak orang yang menganggap setting oven hanya sekedar mengatur suhu, lalu beres. Padahal, banyak oven rumahan yang suhunya kurang akurat. Sehingga, suhunya bisa terlalu panas yang bisa menyebabkan luarnya matang tetapi dalamnya bantat. Atau terlalu dingin yang membuat kue tidak naik dengan sempurna.
Maka dari itu, penting bagi Anda untuk melakukan preheat oven selama 10 sampai 15 menit. Jika mungkin, gunakan oven thermometer. Penulis sendiri sering mengalami kesalahan di sini, mengira oven sudah panas, padahal belum, sehingga hasilnya tidak maksimal.
Kesimpulannya adalah penyebab roti dan kue bantat bukan hanya karena satu hal besar. Namun, karena kesalahan kecil dan detail-detail prosesnya. Menurut penulis, banyak orang yang gagal membuat roti atau kue karena meremehkan detail, tidak mengikuti aturan dasar, serta terlalu improvisasi.
Untuk berhasil membuat kue dan roti, Anda harus disiplin pada proses. Jika Anda paham bahwa baking adalah sains, maka hasilnya akan berbeda. Jika selama ini Anda masih sering membuat kue bantat, segera cek prosesnya, mungkin ada detail kecil yang Anda lewatkan.
Selain dari prosesnya, pemilihan bahan membuat kue dan roti juga sangat penting. Pastikan agar bahan yang digunakan benar-benar berkualitas tinggi. Misalnya seperti pemilihan tepung yang tepat. Nah, jika Anda merupakan industri pembuatan roti yang membutuhkan tepung dengan skala besar, maka bisa percayakan pada pabrik tepung tapioka PT Melati Putra Jaya.
Di sini, Anda akan mendapatkan aneka macam tepung untuk membuat kue dengan kualitas tinggi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk itu, segera konsultasikan kebutuhan Anda dengan klik ikon WhatsApp di pojok kanan bawah laman ini!