Proses pembuatan tepung tapioka bisa dengan metode tradisional maupun modern. Hal ini tergantung pada skala produksi dan peralatan yang dimiliki. Tepung tapioka sendiri berasal dari pati singkong yang diolah melalui beberapa tahapan.
Di beberapa daerah, metode tradisional masih banyak digunakan. Masyarakat masih menggunakan alat-alat manual untuk membuat tepung tapioka. Sedangkan industri skala besar umumnya menerapkan metode modern dengan mesin untuk efisiensi.
Proses Pembuatan Tepung Tapioka Secara Modern

Singkong atau ubi kayu sebagai bahan baku pembuatan tepung tapioka harus diproses terlebih dahulu agar siap digunakan sebagai bahan baku berbagai produk pangan. Berikut adalah proses pembuatan tepung tapioka menggunakan cara modern.
1. Singkong Dikupas atau Dibersihkan
Tahap awal dalam proses pembuatan tepung tapioka secara modern adalah pengupasan umbi singkong. Singkong segar terlebih dahulu diangkut ke area produksi menggunakan forklift, kemudian dimasukkan ke dalam sistem konveyor.
Di tahap ini, singkong melewati saringan kering dan mesin pencuci otomatis yang bekerja secara bersamaan untuk membersihkan tanah, pasir, dan kotoran yang menempel. Proses pencucian harus benar-benar bersih agar tidak terjadi kontaminasi pada tahap selanjutnya.
Setelah bersih, singkong dialirkan ke mesin pengupas berteknologi tinggi yang berfungsi untuk menghilangkan dua lapisan kulit luar. Pengupasan yang sempurna akan meningkatkan kualitas pati yang dihasilkan sekaligus menjaga kebersihan proses produksi.
2. Proses Penggilingan
Setelah singkong dikupas, tahap berikutnya adalah proses penggilingan. Umbi singkong dimasukkan ke dalam mesin pemotong untuk dibuat menjadi potongan-potongan kecil. Pemotongan ini bertujuan agar proses penghancuran berjalan lebih efektif.
Selanjutnya, potongan singkong diproses menggunakan mesin rasper berkecepatan tinggi. Mesin ini berfungsi menghancurkan singkong hingga menjadi bubur halus. Tujuannya agar sari pati di dalamnya dapat terlepas dengan maksimal.
Proses penggilingan yang baik akan menentukan jumlah pati yang dihasilkan. Semakin halus bubur singkong, semakin tinggi ekstraksi patinya. Tahapan ini menjadi inti dalam produksi tepung tapioka karena berpengaruh langsung terhadap hasil dan kualitas produk akhir.
3. Proses Dewatering
Bubur singkong hasil penggilingan masih mengandung kadar air yang cukup tinggi. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pengurangan air atau dewatering. Pada tahap ini digunakan mesin filter press otomatis berkekuatan tinggi.
Mesin ini bekerja dengan memberikan tekanan untuk memisahkan cairan dari ampas pati secara efektif. Proses dewatering sangat penting karena menentukan keberhasilan tahap pengeringan selanjutnya.
Kadar air yang lebih rendah akan membuat proses pengeringan menjadi lebih cepat. Selain itu, penggunaan filter press modern membantu menjaga kualitas pati dan mengurangi kehilangan bahan baku.
4. Proses Pengeringan
Setelah kadar air dikurangi, bubur tapioka setengah kering selanjutnya masuk ke tahap pengeringan. Proses ini biasanya menggunakan mesin flash dryer yang memiliki kemampuan pengeringan secara cepat.
Bubur tapioka kemudian dimasukkan ke dalam mesin pengering yang menggunakan aliran udara panas terkontrol. Metode pengeringan ini dinilai sangat efektif karena mampu menjaga kualitas pati sekaligus meningkatkan efisiensi dan kecepatan proses produksi.
Pengeringan yang cepat mencegah terjadinya penggumpalan dan perubahan warna pada tepung. Selain itu, penggunaan flash dryer memungkinkan produksi dalam skala besar dengan hasil yang konsisten.
5. Proses Penyaringan
Tahap terakhir dalam proses produksi adalah penyaringan tepung tapioka. Tepung kering yang dihasilkan dari proses pengeringan masih perlu disaring untuk memastikan tidak ada tepung yang menggumpal.
Penyaringan dilakukan menggunakan saringan getar atau mesin ayakan khusus. Dengan penyaringan yang baik, jenis tepung yang dihasilkan akan memiliki kualitas bersih, halus, dan siap dikemas.
Tahap ini juga berfungsi sebagai kontrol kualitas akhir sebelum produk dipasarkan. Tepung yang lolos penyaringan memiliki standar mutu yang lebih baik dan sesuai untuk berbagai kebutuhan industri makanan maupun rumah tangga.
Proses Pembuatan Tepung Tapioka Secara Tradisional

Untuk skala kecil atau rumahan, Anda bisa membuat tepung tapioka secara tradisional. Alat-alat yang diperlukan juga cukup sederhana. Berikut adalah langkah-langkah dalam membuat tepung tapioka.
1. Singkong Dibersihkan dan Diparut
Proses pembuatan tepung tapioka secara tradisional diawali dengan pemilihan singkong yang sudah cukup umur karena kandungan patinya lebih tinggi. Singkong kemudian dikupas menggunakan pisau untuk menghilangkan kulit luar dan bagian yang rusak.
Setelah itu, singkong dicuci menggunakan air bersih agar tanah dan kotoran benar-benar hilang. Tahap selanjutnya adalah pemarutan, biasanya menggunakan parutan manual atau alat sederhana berbahan logam.
Singkong diparut hingga menjadi bubur. Proses ini bertujuan untuk memecah struktur umbi singkong agar pati di dalamnya dapat dikeluarkan. Meski masih menggunakan cara sederhana, tahap ini sangat menentukan kualitas pati yang akan dihasilkan.
2. Bubur Singkong Diperas dan Diendapkan
Bubur singkong hasil parutan kemudian dicampur dengan air bersih, lalu diperas menggunakan kain atau saringan halus. Air perasan inilah yang mengandung pati singkong. Ampas singkong dipisahkan, sementara air perasan ditampung dalam wadah besar.
Selanjutnya, air pati dibiarkan mengendap selama beberapa jam hingga pati menggumpal di dasar wadah. Setelah proses pengendapan selesai, air bening di bagian atas dibuang secara perlahan agar bagian patinya tidak ikut terbuang.
Air bagian atas ini biasanya memiliki aroma yang kurang sedap. Jadi ini bukan karena pati basi atau rusak. Endapan putih di bagian bawah merupakan pati singkong mentah yang menjadi bahan dasar pembuatan tepung tapioka.
3. Pengeringan dan Penghalusan
Endapan pati singkong yang sudah dipisahkan kemudian dikeringkan. Dalam metode tradisional, pengeringan biasanya dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari. Pati dijemur hingga benar-benar kering agar tidak menggumpal dan awet disimpan.
Setelah kering, pati yang masih berbentuk gumpalan dihaluskan secara manual, misalnya dengan ditumbuk atau diremas hingga menjadi butiran halus. Tahap terakhir adalah penyaringan untuk mendapatkan tekstur tepung tapioka yang lebih lembut dan seragam.

Itulah proses pembuatan tepung tapioka secara modern dan tradisional yang masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Tepung tapioka berkualitas sangat berpengaruh pada hasil olahan makanan, mulai dari tekstur hingga cita rasa.
Jika Anda mencari tepung tapioka berkualitas, bersih, dan terjamin mutunya, Melati Putra Jaya siap menjadi solusi. Kami menyediakan tepung tapioka yang cocok diolah menjadi berbagai jenis makanan mulai dari kue tradisional, kerupuk hingga menu diet bebas gluten.
Bahkan ada juga jenis pangsit yang isiannya terbuat dari aci. Biasanya pangsit aci diolah dengan cara digoreng. Setelah digoreng, pangsit aci sering disajikan dengan taburan bumbu pedas atau saus sambal sehingga semakin gurih dan menggugah selera.